Sepak Bola Indonesia Di Mata Dunia - Skor Bola Live Skor Bola Live Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia, Bundes Liga, Champions

Bintang Sepak Bola Dunia,Berita Bola Terbaru,Liga Inggris,Liga, Spanyol,Eropa

Skor Bola Live Hari Ini

Bandar Online Terpercaya

Sepak Bola Indonesia Di Mata Dunia

Sepak bola indonesia di mata dunia – Indonesia merupakan dengan banyak sekali jumlah penggemar sepak bola. Tidak mengherankan segala sesuatu yang berbau sepak bola sangat laris manis. Apalagi terkait dengan kompetisi sepak bola tanah air. Sempat menjadi buah bibir kalangan sepak bola dunia, persepakbolaan di Indonesia sedang merangkak menemui titik kepastiannya.

Meski begitu, dunia persepakbolaan Indonesia tidak bisa diremehkan begitu saja. Ada kesan tersendiri mengenai sepak bola indonesia di mata dunia. Hal itu tercermin dengan adanya istilah “sepak bola indonesia di mata dunia”. Bagi kamu yang rindu akan nama sepak bola Indonesia di mata dunia, berikut ini beberapa pemaparannya:

Timnas Indonesia Vs Dunia

Sepak Bola Indonesia Di Mata Dunia

Meski Indonesia belum bisa mencapai fase final piala dunia, sejarah telah mencatat bahwa Indonesia pernah mampu menggaungkan namanya di kancah Internasional. Salah satunya melalui pemain timnas Indonesia. Ada banyak sekali kejadian-kejadian yang menunjukkan bahwa Indonesia bisa.

Beberapa misalnya:

Indonesia merupakan wakil Asia pertama yang berlaga di Piala Dunia FIFA, yaitu pada FIFA World Cup 1938. Indonesia kala itu masih bernama Hindia Belanda.

Gol terbaik Asia tahun 1996 adalah milik Indonesia, yaitu gol spektakuler Widodo C. Putro. Pada pertandingan melawan Kuwait di Piala Asia 1996, Widodo C. Saputra melesatkan gol dengan akurasi yang super tajam dan menembus kawalan kiper Kuwait kala itu.

Stadion Gelora Bung Karno sempat termasuk dalam 10 stadion terbaik di Asia. Hal ini didasarkan dari model bangunan dan besar kapasitas penonton stadion Bung Karno.

Ronny Pasla merupakan kiper Indonesia yang pernah menahan tendangan pemain legendaris dunia, Pele. Kesempatan itu berhasil dia dapatkan ketika Timnas Brazil menjalani tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972.

Masih ada yang namanya Rochy Putiray. Pemain ini tercatat mampu melesatkan 2 kali ke gawang AC Milan yang masih dikawal kiper utama Brazil, Dida, kala itu. Ketika dirinya melesatkan gol tersebut, Rochy berstatus sebagai pemain yang membela klub Hongkong, Kitchee. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh klub Rochy, Kitchee 2-1 atas AC Milan.

Niac Mitra, klub lokal Indonesia di tahun 80-an, mampu mengalahkan Arsenal 2-0 pada 16 Juni 1983 di Surabaya. Sayangnya, saat ini klub tersebut sudah tinggal kenangan bagi pecinta sepak bola Indonesia.

Atribut Bola Dunia Vs Produk Indonesia

Sepak Bola Indonesia Di Mata Dunia

Apabila kamu amati, Indonesia memang tidak mampu menembus fase final Piala Dunia. Namun, hal itu tidak perlu dirisaukan. Sudah ada beberapa produk Indonesia yang berhasil mewakili nama Indonesia di kancah persepakbolaan dunia, yaitu:

Bola dan sepatu buatan Indonesia digunakan untuk Piala Dunia. Bola tersebut dibuat oleh PT Sinjaraga Santika Sport di Kabupaten Majalengka. Sedangkan sepatu sport merek Mizuno asal Jepang merupakan sepak yang dibuat oleh PT Panarub Dwikarya, Tangerang.

Selain itu, masih ada uang koin pecahan Rp 2.000 keluaran Bank Indonesia digunakan sebagai koin penentu siapa yang memilih posisi atau bola pada Final Piala Dunia tahun 1974. Koin tersebut hanya tersedia tiga buah dan dana hasil penjual digunakan untuk penyelamatan hemwan langka.

Indonesia pernah memiliki Kompetisi Galatama Indonesia (bergulir 1979-1994). Kompetisi ini merupakan pionir kompetisi sepak bola profesional di kawasan Asia. Bahkan, kala itu J-League (Liga utama jepang) masih belum ada. Bahkan, olah raga sepak bola belum dikenal di sana.

Di tahun 2006 Indonesia berhasil juara 4 dari 32 negara di Piala Dunia Danone U-12. Irvin Museng, pemain muda Indonesia berhasil menjadi dengan 10 gol. Berkat kegemilangannya tersebut, dirinya saat ini direkrut oleh Ajax junior.

Giovanni van Bronckhorst yang merupakan pemain Belanda keturunan Indonesia menjadi kapten tim Belanda. Sayang, kiprah timnas Belanda hanya bisa sampai di babak final Piala Dunia. Gio, panggilan Giovanni van Bronckhorst merupakan anak dari Ibu yang berasal dari Saparua, Maluku.

Itu tadi sepak bola indonesia di mata dunia dimana Indonesia bukan hanya sebagai penonton, namun juga pelaku di dunia persepakbolaan dunia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *